« Main Bola Yuk! | Main

Iqra!

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Apa kabar iman hari ini?
Ku yakin, ia masih ada di hati kita, walaupun hanya setitik.
Pernahkah hadir, ketika kita akan melakukan maksiat, ada rasa yang melarang kita untuk melakukannya, karena memang maksiat adalah dosa?
Itulah keimanan kita, yang menjaga kita agar tetap di jalanNya.
Mari kita berdoa, agar jangan sampai Allah mencabut nikmat iman dari hati-hati kita.

Allah hadir melalui ayat kauliyah dan kauniyahNya.
Melalui Al-Kitab dan makhluk-makhlukNya.
Ketika kita melihat bintang, itu adalah ayatnya. Ketika kita melihat bulan, itu juga merupakan ayatnya.
Pun kepada makhluk hidup ciptaannya, agar kita senantiasa dapat mengambil pelajaran.

Newton kuambil sebagai inspirator, terlepas dari keagamaannya.
Ia adalah manusia yang tidak pernah mengecap Al-Qur'an dan As-Sunnah, tetapi ia dapat melihat dengan akalnya, tentang ayat-ayat Allah, yang tidak pernah ada di dalam injil sekalipun, yang menjelaskan tentang gaya gravitasi.

Mungkin, masih teringat ayat Ar-Rahmaan.
Di sana Allah mengatakan, "Hai jama'ah jin dan manusia. Jika dapat menembus penjuru langit dan bumi, maka tembusilah. Sesungguhnya tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan." Al-ayah.
Ayat itu, menjelaskan bahwa, ada suatu hal, atau kekuatan yang menahan suatu benda agar tidak lepas dari bumi. Dan untuk dapat lepas dari kekuatan itu, harus dengan kekuatan juga. "Ilaa bi shultoon."

Begitupun dengan manusia-manusia besar lainnya seperti Karl Marx, Hitler, Che Ghuevara, Genghis Khan, dan lainnya. Mereka adalah pemimpin besar, terlepas dari ideologi yang mendasari pemikiran mereka. Mereka dapat membaca ayat kauniyah Allah, namun penafsiran mereka terpeleset karena mereka tidak menggunakan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai referensi. Mereka adalah orang yang mengagungkan akal sebagai "Al-Qur'an dan As-Sunnah" mereka.
Mari kita ambil segala kelebihan mereka yang sesuai dengan referensi yang kita gunakan, Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan buanglah semua yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Sesungguhnya, ayat kauniyah Allah bertaburan di alam semesta ini.
Maka tidaklah salah, apabila kita diwajibkan untuk melakukan purifikasi, untuk kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Karena dua hal itu merupakan referensi yang haq terhadap ayat kauniyah yang kita temukan.
Sekarang, tergantung kepada kita, makhluk Allah yang diberi akal, untuk memungutnya, atau membuangnya.
Wallaahu a'lam bishshowwab.

                            

Comments

Subhanallah....
Kupasan yang yg sangat bagus dan menarik ya akhi....(inspiratif)
Terus berjuang, keep fight and spirit, watawassaubilhaq, watawassaubissabr...
Akhukum fillah...

http://kita-kita.blogs.friendster.com
[ www.al-reza.co.nr ]

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .